About

Tinnis bukan sekadar nama, melainkan warisan mahakarya yang terpahat dalam sejarah. Diabadikan oleh geografer Muhammad Al-Idrisi, kota kuno di Mesir ini pernah menjadi jantung tekstil dunia—menenun sutra berhias emas, pakaian megah para raja, hingga sucinya Kiswah Ka’bah. Meski kotanya runtuh dan tenggelam akibat Perang Salib abad ke-13, jiwanya tidak pernah mati.

Nama ini lahir kembali sebagai brand fashion untuk memanggil kembali kejayaan yang sempat hilang. Tinnis hadir membawa misi mulia: menghidupkan sejarah kebesaran dan kejayaan peradaban Islam di bidang Pakaian modern.